Kediri – Turnamen Bahlil Mini Soccer U-17 Asyik Menuju Puncak Zona Kediri digelar di Inzia Minisoccer, Kediri, Kamis (10/9). Kegiatan tersebut diikuti 16 tim dari sejumlah sekolah di wilayah Kediri Raya dan sekitarnya.
Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-62 Partai Golkar sekaligus menjadi wadah bagi generasi muda untuk berkompetisi melalui olahraga.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengatakan, turnamen seperti ini penting untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda dalam mengembangkan kemampuan, membangun pertemanan, serta menanamkan sportivitas.
“Jangan hanya berpikir untuk menjadi pemenang, tetapi jadilah pemain yang baik dan berkarakter. Kalau menang tetap rendah hati, kalau kalah jangan berhenti untuk berlatih,” ujar Vinanda.
Ia berharap dari kegiatan tersebut dapat lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu membanggakan Jawa Timur maupun Indonesia. Menurutnya, ekosistem olahraga yang kuat tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang sehat, disiplin, percaya diri, dan sportif.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri, M. Hadi Setiawan, mengatakan turnamen tersebut menyasar generasi Z, khususnya pelajar SMA, sebagai bagian dari pendekatan kepada generasi muda melalui kegiatan positif.
“Jangan sampai generasi muda itu antipati terhadap politik. Salah satunya kita kasih media dan pengenalan lewat lomba mini soccer ini,” kata Hadi.
Menurutnya, olahraga dipilih karena menjadi salah satu kegiatan yang dekat dengan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, Partai Golkar ingin memperkenalkan bahwa politik tidak selalu berkaitan dengan perebutan kekuasaan.
“Inilah politik itu, tidak harus soal perebutan kekuasaan, tetapi juga di dalamnya ada kenikmatan, keasyikan, dan kehidupan,” ujarnya.
Hadi menyebut turnamen zona Kediri diikuti 16 tim antarsekolah. Peserta berasal dari wilayah Kabupaten Kediri, Kota Kediri, dan Nganjuk.
Ia juga menyebut kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur partai politik lainnya, dalam kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya masyarakat.
Meski dikaitkan dengan upaya mendekatkan generasi muda dengan politik, Hadi menegaskan bahwa pihaknya ingin anak-anak muda tetap menikmati kegiatan olahraga dan menjaga kerukunan.
“Yang penting kita Kediri happy, Kediri senang. Dengan generasi mudanya, masyarakatnya senang, tetap rukun dalam bingkai persatuan dan kesatuan,” pungkasnya.
